Identitas Buku
Kastana Taklukkan Jakarta karya Soleh Solihun pertama kali terbit pada Maret 2013 oleh Penerbit Literati. Buku setebal 290 halaman ini dipasarkan dengan harga Rp49.000. Melalui buku ini, Soleh Solihun mengajak pembaca mengikuti perjalanan seorang perantau yang berusaha bertahan sekaligus mewujudkan impiannya di tengah kerasnya kehidupan ibu kota.
Prolog
Soleh Solihun menceritakan sedikit tentang cita-cita masa kecilnya, dan dilanjutkan dengan kisah kehidupannya selama menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran dengan peminatan jurnalistik.
Kastana berpandangan bahwa kehidupan adalah perjalanan untuk menjawab pertanyaan. Ketika kuliah, pertanyaan yang diajukan adalah kapan lulus? Setelah lulus, kapan kerja? Setelah kerja, kapan kawin atau punya rumah? setelah kawin, kapan punya anak? Begitu seterusnya.
Sinopsis
Buku ini mengisahkan perjalanan Kastana, tokoh yang merepresentasikan pengalaman hidup Soleh Solihun sebagai seorang perantau asal Bandung yang berusaha membangun karier di Jakarta. Berawal dari cita-cita masa kecil yang terus berubah, masa kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, hingga akhirnya memasuki dunia jurnalistik musik.
Buku ini bukan hanya kisah perjuangannya, melainkan cara Soleh memandang setiap kegagalan sebagai bagian dari proses. Ia pernah bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan passion, berpindah-pindah tempat kerja, mengalami perusahaan yang tutup, bahkan kehilangan pekerjaan. Namun semua itu tidak membuatnya berhenti belajar. Justru setiap pengalaman menjadi batu pijakan menuju kesempatan berikutnya.
Menariknya, buku ini tidak hanya berbicara tentang pekerjaan. Pembaca juga diajak melihat sisi pribadi Kastana, mulai dari kisah cintanya, hubungan dengan keluarga, hingga proses menemukan jati diri. Pada akhirnya, perjalanan tersebut membawanya menjadi penyiar radio, penulis, pembawa acara, hingga komika yang dikenal banyak orang.
Epilog
Kastana Taklukkan Jakarta bukan hanya kisah tentang menaklukkan ibu kota, melainkan tentang menaklukkan rasa takut, keraguan, dan kegagalan dalam diri sendiri. Buku ini mengingatkan bahwa kesuksesan sering kali lahir dari keberanian untuk terus mencoba, meski gagal berkali-kali.
Soleh Solihun menunjukkan bahwa jalan menuju impian tidak pernah lurus. Kadang harus berpindah pekerjaan, kehilangan kesempatan, bahkan memulai lagi dari awal.

Leave a Reply